WELCOME

Ada yang beda

Di satu sudut meja kafe griya, saya duduk di atas kursi (masa duduk di ujung monas) hampir tengah malam dan yakinkan diri kalian bahwa saya tidak melakukan hal yang negatif. Hanya bercengkerama sedikit dengan alam dan sesekali dengan kak sheri, kak zame, Tyar, kak Juphe. Mereka semua trainer kowismu yang sering online di kafe ini. Dan jangan pernah melupakan kak fajhi yang selalu mengganggu lewat chatting facebook.Urgh

Lewat tengah malam saya merenung dalam kesunyian, semua orang sudah terlelap tinggal saya yang masih bertahan. Ah,ya. Pikiran ini kembali melayang ke karir,masa depan, jodoh, dan kuliah saat ini. Eh, entah tiba-tiba saja kepikiran tentang yang terjadi beberapa hari yang lalu.lucu juga sih ya kalau diingat-ingat, kalau tidak diingat ya ga bakalan lucu.

Waktu itu kan ceritanya saya di rumahnya teman nih, kebetulan dia perempuan dan jangan berpikiran macam-macam lagi OK. Mmh... seperti biasa mari kita beri dia nama samaran, siapa bagus ya? Sepertinya semua nama samaran sudah kepake sampai-sampai saya lupa siapa orang yang saya samarkan itu. Sungguh loh, bahkan kadang saya perlu bantuan si ririn yang rajin ngupdate blog ini untuk mengingat-ingat kejadian yang tertulis disini. Oh ya,kenalkan, Si ririn ini adek tingkat saya di PMR, baru-baru bawa kontingen makassar jadi juara umum di JUMBARA daerah provinsi sulsel.

Back to the story, Bagaimana kalau kita beri nama teman saya ini gadis, yah, setidaknya itu nama yang familiar tapi tidak ada seorangpun teman saya yang memakai itu nama, setidaknya menghindari ketersinggungan. Ok sepakat? Sepakat kita mulai sekarang memberikan nama samaran gadis untuk si tercerita.ohya sekedar info lagi, gadis yang ini beda dengan yang si gadis kecil itu tuh, ingat kan? Wajar kalau lupa, komunikasi kami juga sudah berkurang.

Jadi ceritanya waktu lagi dirumahnya si gadis kan kita lagi asik-asiknya, maklum teman lama kalau ketemu pasti bawaaannya pengen seru-seruan. apa lagi ada si Andini biang ribut, tapi walau ribut setidaknya dia lebih bisa masak dibandingkan cewek-cewek kota lainnya yang kadang masak pun tak bisa. Banyak kegiatan yang kami lakukan disana, main bola, susun Puzle keramik, tebak kartu, manjat dinding, tangkap-tangkap ludah,potong-potong leher, oke 2 yang terakhir bohong, itu Cuma supaya keliatan banyak saja kegiatan disana. Intinya adalah kami bergembira saat itu, atau lebih tepatnya mereka bergembira saat itu. Seperti biasa efek dari keplegmatisan ini membuat saya lebih cenderung menikmati acara dengan mengamati keceriaan merekan dibandingkan menikmatinya secara langsung. Dan tentu saja kalau ada yang tidak menikmati akan tampak begitu jelas. Hal itu ada pada si gadis, berdiri di ujung halaman dekat bunga asoka dengan pakaian (atau gaun ya?entahlah). aneh kan, si tuan rumah justru menyendiri di saat semuanya bersenang-senang. Spontan dari jarak 15 meter kuteriaki dia, “hei gadis, kenapa?” Dia Cuma menggeleng lemah. Anehnya justru pada saat itu instingku justru mengarahkan untuk berbalik pergi dan cuek. Padahal biasanya saya butuh 2-3 pertanyaan untuk memastikan orang dalam kondisi bahwa dia baik-baik saja. saat baru berjalan beberapa langkah si gadis berteriak balik,”oke, berapa nomormu, nanti sa cerita lewat sms, ga enak cerita disini.”

Dan malamnya, dari 3 sms nya yang nangkring di inbox, ketahuan kalau dia lagi punya masalah kepercayadirian. Yah wajar lah untuk remaja yang lagi labil-labilnya. Apalagi katanya remaja perempuan lebih labil dari laki-laki. Tapi tetap saja kok hari itu sindrom dingin bin cuek masih doyan hinggap di tubuhku ini yah? ada salah satu sms yang isinya, ”perasaanku kayak mau mati saja darpada begini terus.” Dan saya ngejawab, “mati saja sana, irit biaya pendidikan, adikmu masih ada banyak kan, mereka lebih butuh kayaknya.” Dan setelah itu tidak ada lagi sms yang permisi masuk di inbox.

Malam berlalu dan ternyata sekarang sudah jadi besok, saya baru sadar kalau ujung colokan laptop hilang, padahal colokan segitiga susah buat nyari stekernya. mikirnya sih mungkin ketinggalan di di rumahnya si gadis kemarin. Karena buru-buru mau nyari sarapan di perintis, akhirnya saya coba telpon itu anak, dan ternyata yang angkat bukan si anak, tapi ibunya(kayaknya kalau dengar suaranya), dan ibunya gadis (kalau ga salah loh yah) bilang kalau si gadis ga dirumah. Ha, pagi-pagi pada main kemana tuh anak coba? Ckckck. Dan saat saya tanyakan dia kemana, si ibunya bilang kalau tadi subuh dia di bawa ke puskesmas karena badannya lemas sekali.

WHAT? Ding dong ding dong. Puskesmas? Kira-kira ada tidak akronim lain dari puskesmas selain pusat kesehatan masyarakat? Dan waktu itu saya betul-betul berharap saya tidak tahu kalau ternyata ada tempat rekreasi atau mall baru di makassar yang namanya “puskesmas”. dan karena kemungkinan itu kecil akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa puskesmas adalah puskesmas, tidak ada yang lain.

Bujubusyet dah, masa gara-gara masalah begitu saja itu anak sampai segitunya dibawa ke puskesmas, atau malah gara-gara sms terakhir tadi malam itu anak langsung drop,pantasan dia ga ngebalas , jangan-jangan pas habis baca sms dia malah sempat kejang-kejang kesemutan dll,dsb,dst.


Huaaaah.....TIDAAAAKK...................saya Cuma pasrah,

**********Sad ending**************
Asai
Griya alam permai
9 Juli 2010
Pukul 22.35 WIta

0 Response to "Ada yang beda"

IKLAN

Cari Blog Ini

Powered by Blogger